Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

China Pamerkan Kekuatan Militer, Rudal Nuklir hingga Jet Siluman J-35 Jadi Sorotan Dunia

cek disini

China Pamerkan Kekuatan Militer Terbesar: Dari Rudal Nuklir Hingga Jet Tempur Siluman J-35

Inews Pelaihari- Beijing kembali menjadi pusat perhatian dunia pada Rabu lalu. Di sepanjang Changan Avenue, parade militer akbar digelar untuk memperingati 80 tahun kemenangan China atas Jepang pada Perang Dunia II. Suasana yang semarak itu menampilkan kekuatan penuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), mulai dari senjata strategis, sistem pertahanan mutakhir, hingga pesawat-pesawat tercanggih.

Presiden Xi Jinping membuka parade dengan pidato dari mimbar Tiananmen sebelum turun memeriksa barisan pasukan. Di panggung kehormatan, tampak pemimpin-pemimpin dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa parade ini bukan sekadar seremoni, melainkan pertunjukan kekuatan global.

Rudal Nuklir Strategis: Simbol Kekuatan Triad

Parade dimulai dengan deretan rudal strategis yang menjadi andalan China. PLA menampilkan rudal nuklir JL-1 yang diluncurkan dari udara, diikuti rudal balistik antarbenua JL-3 yang mampu diluncurkan dari kapal selam. Bersama DF-61 dan DF-31, rudal-rudal ini memperlihatkan kekuatan triad nuklir strategis PLA — darat, laut, dan udara — yang disebut sebagai penjaga kedaulatan dan martabat nasional.

Tak ketinggalan, DF-5C menjadi sorotan karena mampu membawa hingga sepuluh hulu ledak sekaligus dan menyerang banyak sasaran secara bersamaan. Varian terbaru DF-26D, yang dijuluki “Pembunuh Guam”, menunjukkan kemampuan China untuk menjangkau pangkalan militer AS di Pasifik. Parade ini juga menghadirkan DF-17 dengan wahana luncur hipersonik DF-ZF yang dirancang untuk menembus pertahanan rudal berlapis dengan kecepatan Mach 5 hingga Mach 10.

China Pamerkan Kekuatan Militer, Rudal Nuklir hingga Jet Siluman J-35 Jadi Sorotan Dunia
China Pamerkan Kekuatan Militer, Rudal Nuklir hingga Jet Siluman J-35 Jadi Sorotan Dunia

Baca Juga : Bupati Tala Pastikan Pemekaran Kecamatan Pelaihari, Target Rampung 2027

Senjata Laut dan Udara: Menembus Batas Teknologi

Setelah rudal-rudal strategis, perhatian penonton tertuju pada YJ-21, rudal balistik antikapal hipersonik yang bisa diluncurkan dari kapal perusak Tipe 055 maupun pesawat pembom H-6K. Dengan kecepatan hingga Mach 10 dan jangkauan 1.500 kilometer, senjata ini mempertegas ambisi maritim China.

Di udara, empat jenis pesawat berbasis kapal induk ikut unjuk gigi. Jet tempur siluman J-35 menjadi bintang utama, menandai transisi Angkatan Laut China dari pertahanan laut dekat ke pertahanan laut jauh. Pesawat J-15T yang mampu lepas landas dengan sistem ketapel atau ski jump serta J-15DT untuk peperangan elektronik memperkuat armada udara. Bahkan jet tempur siluman J-20 ikut melintas, memperlihatkan teknologi siluman paling mutakhir yang dimiliki PLA.

Pesawat Pengebom dan Drone AI: Armada Masa Depan

Tidak hanya jet tempur, PLA juga memamerkan H-6J, varian pengebom jarak jauh yang dirancang untuk serangan maritim dengan rudal antikapal supersonik YJ-12. Pesawat ini menggantikan model lama H-6G dan memperluas daya jangkau serangan udara China.

Selanjutnya, barisan drone siluman berteknologi kecerdasan buatan (AI) menarik perhatian. Drone-drone ini mampu melakukan pengintaian, serangan siluman, hingga operasi kawanan secara otonom. Blogger militer di Weibo mencatat, empat drone siluman terbaru yang ditampilkan memiliki ukuran lebih besar, kemampuan siluman lebih baik, dan multifungsi.

Kekuatan Transportasi dan Peringatan Dini

Di segmen transportasi udara, pesawat angkut strategis Y-20A dan Y-20B terbang berformasi. Y-20B yang menggunakan mesin turbofan produksi dalam negeri WS-20 memperlihatkan kemandirian industri pertahanan China.

Tak kalah penting, pesawat peringatan dini KJ-500A dan KJ-600 juga debut di parade ini. KJ-500A memiliki radar lebih efisien dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara, sementara KJ-600 menjadi pesawat AWACS berbasis kapal induk pertama China, dirancang khusus untuk kapal induk Fujian.

Senjata Hipersonik dan Sistem Pertahanan Udara

China juga memperkenalkan rudal jelajah hipersonik jarak jauh CJ-1000, yang diyakini mampu melancarkan serangan strategis lintas benua. Sistem pertahanan udara HQ-20 dan HQ-22A hadir sebagai tameng PLA terhadap ancaman udara modern. HQ-9C, varian terbaru dari sistem rudal jarak jauh HQ-9, tampil untuk pertama kalinya dengan peningkatan radar homing semi-aktif.

Artileri, Tank, dan HIMARS ala China

Parade ditutup dengan deretan artileri dan kendaraan tempur darat. PHL-16, peluncur roket ganda yang disebut sebagai “HIMARS ala China”, menunjukkan kesiapan PLA dalam skenario kontingensi di Selat Taiwan. Tak kalah menarik, tank tempur utama Tipe 99B debut dengan sistem proteksi aktif, radar pengendali tembakan, dan peluncur proyektil APS untuk menghadapi ancaman modern termasuk drone.


Dengan parade militer yang spektakuler ini, China tidak hanya memperingati sejarah kemenangan masa lalu, tetapi juga mengirim pesan kuat tentang ambisi dan kemampuan militernya di masa depan. Perpaduan rudal nuklir, jet tempur siluman, drone AI, hingga sistem pertahanan udara canggih menunjukkan transformasi PLA menjadi kekuatan militer yang semakin terintegrasi dan berteknologi tinggi.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *