Duku, Buah Manis Segar Khas Sumatra Selatan yang Jadi Primadona Nusantara
Inews Pelaihari- Indonesia memiliki banyak buah tropis yang menjadi kebanggaan, salah satunya adalah duku (Lansium domesticum). Buah yang sering disebut juga langsat ini dikenal luas sebagai buah khas Sumatra Selatan, terutama dari daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Rasanya yang manis segar dengan sedikit sensasi asam membuat duku digemari oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Ciri Khas Duku
Buah duku berbentuk bulat kecil, berwarna kuning kecokelatan ketika matang, dengan kulit tipis yang mudah dikupas. Daging buahnya bening, berair, dan memiliki rasa manis segar yang khas. Beberapa jenis duku memiliki biji kecil, bahkan ada yang tidak berbiji sama sekali, sehingga lebih nikmat saat disantap.
Duku juga dikenal memiliki aroma harum yang lembut, berbeda dengan buah tropis lain yang kadang berbau menyengat. Hal inilah yang menjadikan duku sebagai buah favorit keluarga Indonesia.

Baca Juga : Pelaihari, Kota Hijau Penuh Potensi di Tanah Laut
Duku Palembang, Varietas Paling Terkenal
Walau bisa ditemukan di banyak daerah, Dukku Palembang adalah varietas yang paling populer dan memiliki nilai jual tinggi. Buah ini menjadi ikon Sumatra Selatan dan sering dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan.
Puncak musim panen biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Maret. Saat musimnya tiba, pasar tradisional hingga pusat oleh-oleh di Palembang dipenuhi dengan tumpukan dukku segar yang langsung didatangkan dari kebun-kebun petani.
“Rasa dukku Palembang manis legit, daging buahnya tebal, dan hampir tidak ada bijinya. Itu yang membuat banyak orang rela jauh-jauh datang ke Palembang hanya untuk membeli langsung dari sumbernya,” ujar seorang pedagang buah di Baturaja, OKU.
Prospek Ekonomi dan Budidaya
Duku tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga nilai ekonomi yang besar. Ribuan petani di Sumatra Selatan menggantungkan hidup dari hasil panen dukku setiap tahunnya. Harga dukku bisa melonjak tinggi, terutama saat musim panen raya.
Pemerintah daerah bahkan menjadikan dukku sebagai komoditas unggulan hortikultura. Festival panen dukku kerap digelar di beberapa kabupaten, sekaligus menjadi daya tarik wisata agro yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain Sumatra Selatan, kini dukku juga mulai dibudidayakan di beberapa daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi. Namun, cita rasa khas Dukku Palembang tetap dianggap paling unggul.
Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Tak hanya nikmat, juga menyimpan banyak manfaat kesehatan. Kandungan vitamin C, serat, mineral, serta antioksidan di dalamnya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan kulit.
Menariknya, bukan hanya buahnya yang bermanfaat. Kulit duku kerap digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai bahan untuk mengusir nyamuk, sementara bijinya yang pahit dipercaya dapat digunakan sebagai obat herbal tertentu.
Harapan untuk Menjadi Buah Unggulan Nasional
Dengan cita rasa yang khas dan nilai ekonomi yang tinggi, banyak pihak berharap agar dapat terus dikembangkan sebagai buah unggulan nasional. Pemerintah bersama petani lokal berupaya meningkatkan kualitas budidaya, distribusi, hingga membuka peluang ekspor ke berbagai negara.
“Duku adalah kebanggaan Sumatra Selatan. Jika kita kelola dengan baik, bukan hanya masyarakat lokal yang sejahtera, tetapi Indonesia juga bisa dikenal lewat buah tropis unggulannya,” kata seorang pejabat Dinas Pertanian Sumatra Selatan.
Penutup
Duku atau langsat bukan sekadar buah musiman, melainkan simbol kekayaan alam Indonesia. Dengan rasanya yang manis segar, manfaat kesehatannya, serta potensi ekonomi yang besar, layak disebut sebagai salah satu harta manis dari Sumatra Selatan yang mendunia.
















