Festival Layang-Layang Nasional Siap Digelar di Tanah Laut, Targetkan Pecahkan Rekor MURI
Inews Pelaihari- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tengah mematangkan persiapan gelaran Festival Layang-Layang Nasional 2025 yang rencananya akan berlangsung pada 30–31 Agustus 2025 di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan. Ajang tahunan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga magnet wisata dan penggerak ekonomi daerah.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tala, Masturi, menegaskan bahwa suksesnya festival tahun ini akan menjadi penentu keberlanjutan agenda serupa di tahun-tahun mendatang.
“Tingkat keberhasilan kegiatan kali ini merupakan kunci agar Festival Layang-Layang bisa terus berlanjut dan semakin besar ke depannya,” ujar Masturi saat memimpin rapat persiapan di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Tala, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga : WhatsApp Palsu Mengaku Pejabat Baru, Begini Modus Penipuan di Tanahlaut
Persiapan Matang, Antisipasi Cuaca Buruk
Dalam rapat tersebut, Masturi menekankan pentingnya perencanaan detail di semua aspek, mulai dari teknis acara, fasilitas, hingga pengamanan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah antisipasi cuaca buruk.
“Kita harus punya langkah cadangan. Jika terjadi angin kencang atau hujan deras, panitia perlu sudah siap dengan skenario lain. Informasi dari BMKG sangat penting untuk mendukung kelancaran acara,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, kenyamanan dan keamanan pengunjung juga jadi prioritas. Pasalnya, festival ini akan dihadiri banyak tamu penting, termasuk wisatawan mancanegara, komunitas layang-layang nasional, hingga tokoh budaya dan pejabat daerah.
Atraksi Seru, Dari Layangan Modern hingga Pesta Lampu Malam
Festival Layang-Layang Tanah Laut 2025 dirancang lebih meriah dengan rangkaian kegiatan yang padat. Hari pertama, Sabtu (30/8/2025), festival akan dibuka dengan pameran layang-layang modern dari berbagai komunitas nasional. Malam harinya, pengunjung akan disuguhkan atraksi spektakuler berupa penerbangan layang-layang berlampu LED yang berkilauan di langit Pantai Batakan Baru.
Puncak acara digelar pada Minggu (31/8/2025) dengan penerbangan massal ribuan layang-layang tradisional khas Banua, yaitu layangan dandang. Panitia menargetkan kegiatan ini bisa memecahkan rekor MURI sebagai penerbangan layang-layang tradisional terbanyak secara serentak.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Masturi optimistis, festival ini akan berdampak besar bagi Tanah Laut. Selain memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui tradisi bermain layangan, kegiatan ini juga diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Dengan adanya festival, hotel, restoran, UMKM, hingga pedagang kecil akan ikut merasakan manfaatnya. Inilah salah satu cara kita menggerakkan perekonomian daerah lewat sektor pariwisata,” katanya.
Sinergi Semua Pihak
Festival Layang-Layang Nasional di Tanah Laut terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas pecinta layangan, masyarakat lokal, hingga aparat keamanan.
“Semua unsur harus bekerja sama. Kita ingin acara ini berjalan lancar, aman, dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir,” pungkas Masturi.
Dengan persiapan yang matang, Festival Layang-Layang Tanah Laut 2025 diproyeksikan menjadi salah satu agenda pariwisata terbesar di Kalimantan Selatan tahun ini. Selain hiburan, ajang ini juga diharapkan memperkuat identitas budaya daerah sekaligus membuka peluang Tanah Laut lebih dikenal di kancah nasional.
















