Wabup Tanah Laut Ikut Gerakan Nasional Penanaman Pohon Kelapa di Rutan Pelaihari
Inews Pelaihari- Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) Muhammad Zazuli menghadiri kegiatan penanaman pohon kelapa di halaman Rutan Kelas IIB Pelaihari, Jumat (19/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman pohon kelapa serentak yang diprakarsai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Secara nasional, acara ini dipusatkan di Nusakambangan dan terhubung melalui zoom meeting ke seluruh Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 360 ribu bibit pohon kelapa ditanam di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan dan imigrasi di tanah air.

Baca Juga : Polres Tanah Laut Resmikan Dapur Masak Besar, Siap Bantu Warga Saat Bencana
Penanaman Simbolis di Rutan Pelaihari
Di Kabupaten Tanah Laut, kegiatan difokuskan di halaman belakang Rutan Pelaihari. Sebanyak 35 bibit kelapa ditanam secara simbolis oleh Wabup Zazuli bersama jajaran Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kalimantan Selatan, para kepala rutan se-Kalsel, unsur Forkopimda Tala, serta perwakilan pegawai Rutan Pelaihari.
Prosesi penanaman berjalan khidmat namun penuh semangat. Wabup Zazuli bahkan ikut turun langsung menggali tanah dan menanam bibit kelapa, sebagai wujud dukungan nyata terhadap gerakan penghijauan sekaligus ketahanan pangan nasional.
Investasi Hijau untuk Masa Depan
Dalam sambutannya, Wabup Zazuli menekankan bahwa penanaman pohon kelapa bukan sekadar menambah ruang hijau, tetapi juga sebuah investasi jangka panjang. Menurutnya, kelapa adalah tanaman serbaguna yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, air, sabut, hingga batangnya.
“Penanaman pohon kelapa ini adalah investasi untuk masa depan. Kelapa punya banyak manfaat, baik untuk ketahanan pangan maupun pengembangan usaha masyarakat. Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa memberi nilai ekonomi yang tinggi dan mendukung kesejahteraan,” ujar Zazuli.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa penghijauan juga bisa memberi manfaat ekonomi.
Dukungan Kemenkumham untuk Ketahanan Pangan
Di tingkat nasional, gerakan ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dari Nusakambangan. Agus menegaskan bahwa penanaman pohon kelapa serentak ini merupakan bagian dari program Kemenkumham dalam mendukung ketahanan pangan nasional, penghijauan, dan kemandirian warga binaan.
Dengan jumlah bibit mencapai 360 ribu batang, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan hasilnya dapat dinikmati baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Selain menghasilkan udara yang lebih bersih, pohon kelapa yang tumbuh juga bisa menjadi sumber bahan pangan dan produk turunan yang bernilai jual tinggi.
Harapan untuk Warga Binaan dan Masyarakat
Program penanaman ini juga memberi kesempatan bagi warga binaan di berbagai rutan untuk ikut berperan dalam merawat bibit kelapa. Dengan demikian, selain mendukung program penghijauan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan, memberikan keterampilan baru, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan bisa belajar bercocok tanam, merawat tanaman, hingga memanfaatkannya untuk masa depan. Jadi, manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga untuk pembinaan kemandirian,” tambah Wabup Zazuli.
Menyemai Harapan dari Tanah Laut
Kegiatan penanaman kelapa di Rutan Pelaihari menjadi simbol semangat bersama dalam menjaga bumi sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Dari Tanah Laut hingga seluruh Indonesia, gerakan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran bahwa melestarikan lingkungan adalah bagian penting dari membangun bangsa.
“Semoga bibit kelapa yang kita tanam hari ini tumbuh subur dan kelak memberikan manfaat besar bagi anak cucu kita,” pungkas Zazuli.
















