Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kolombia Berduka, Capres Miguel Uribe Wafat Setelah Berjuang Melawan Luka Tembak

cek disini

Tragedi Politik Kolombia: Capres Miguel Uribe Meninggal Dua Bulan Setelah Ditembak

Inews Pelaihari- Kolombia kembali berduka. Miguel Uribe, senator muda yang menjadi calon presiden (capres) untuk pemilihan 2026, meninggal dunia pada Senin (11/8/2025), tepat dua bulan setelah peluru menembus kepalanya saat berkampanye pada 7 Juni lalu. Ia berpulang di usia 39 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, pendukung, dan bangsa yang sedang mencari pemimpin baru.

Perjuangan Panjang Melawan Maut

Sejak insiden penembakan, Uribe menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dokter melakukan beberapa operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Juli sempat membawa secercah harapan—kondisinya membaik, dan keluarga mulai optimis. Namun akhir pekan lalu, kondisinya tiba-tiba memburuk akibat pendarahan di sistem saraf pusat, hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhir.

“Ia akan selalu menjadi cinta dalam hidupku,” tulis istrinya, Maria Claudia Tarazona, dalam pesan menyayat hati di Instagram. Ia mengucapkan terima kasih atas cinta dan dedikasi suaminya sebagai ayah bagi anak-anak mereka. “Beristirahatlah dalam damai, cinta dalam hidupku. Aku akan menjaga anak-anak kita,” tambahnya.

Kolombia Berduka, Capres Miguel Uribe Wafat Setelah Berjuang Melawan Luka Tembak
Kolombia Berduka, Capres Miguel Uribe Wafat Setelah Berjuang Melawan Luka Tembak

Baca Juga : Festival Layang-Layang Internasional Siap Meriahkan Pantai Batakan Baru

Membuka Luka Lama Kolombia

Pembunuhan terhadap Uribe membangkitkan kenangan pahit tentang kekerasan politik yang pernah membayangi Kolombia di era 1980-an dan 1990-an. Saat itu, empat kandidat presiden tewas dalam serangan brutal yang dikaitkan dengan kartel narkoba dan kelompok paramiliter.

Bagi Uribe, tragedi bukan hal baru dalam hidupnya. Ibunya, jurnalis Diana Turbay, meninggal pada 1991 dalam upaya penyelamatan yang gagal setelah diculik oleh Kartel Medellín pimpinan Pablo Escobar. Keluarganya memang tak asing di dunia politik. Kakeknya dari pihak ibu, Julio Cesar Turbay, pernah menjadi Presiden Kolombia (1978–1982). Sementara kakek dari pihak ayah, Rodrigo Uribe Echavarría, memimpin Partai Liberal dan ikut mengantarkan Virgilio Barco meraih kursi presiden pada 1986.

Karier Politik yang Melaju Cepat

Miguel Uribe dikenal sebagai politisi muda penuh energi. Pada usia 25 tahun, ia sudah duduk di dewan kota Bogotá dan menjadi oposisi keras terhadap wali kota saat itu, Gustavo Petro. Uribe lantang mengkritik kebijakan pengelolaan sampah dan program sosial yang dianggapnya tidak efektif.

Empat tahun kemudian, ia membuat sejarah sebagai sekretaris pemerintah kota termuda di Bogotá. Meski gagal saat mencalonkan diri sebagai wali kota pada 2018, langkahnya tak terhenti. Dalam Pemilu Legislatif 2022, ia memimpin daftar Senat dari Partai Democratic Center dengan slogan “Colombia First” dan berhasil mengamankan kursi.

Di Senat, Uribe menjadi salah satu suara paling keras menentang strategi perdamaian pemerintahan Petro yang berhaluan kiri. Menurutnya, kebijakan itu justru memberi ruang bagi kelompok bersenjata untuk beroperasi tanpa takut ditindak.

Misi Politik yang Terhenti

Menjelang pencalonannya sebagai presiden 2026, Uribe membawa pesan tegas: keamanan adalah fondasi segalanya. Dalam pidatonya pada pembukaan sidang legislatif Juli 2024, ia mengatakan, “Tanpa keamanan, tidak ada apa-apa. Kemakmuran hanya datang jika ada aturan yang jelas dan investasi yang terjamin.”

Kata-kata itu kini menjadi warisan politiknya yang tak akan terlupakan. Mantan Presiden Álvaro Uribe, meski tidak memiliki hubungan keluarga, menyebutnya sebagai “harapan bagi tanah air”.

Kepergian Miguel Uribe bukan hanya kehilangan bagi partainya, tetapi juga simbol rapuhnya demokrasi di negeri yang masih berjuang keluar dari bayang-bayang kekerasan politik.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *