Polres Tanah Laut Gagalkan Aksi Nakal Penyimpangan Solar Subsidi untuk Nelayan
Inews Pelaihari- Upaya kepolisian dalam menjaga distribusi bahan bakar bersubsidi agar tepat sasaran kembali membuahkan hasil. Polres Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, berhasil menggagalkan dugaan penyimpangan solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan sebuah mobil minibus yang kerap keluar masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Kecamatan Takisung. Warga menilai, jumlah solar yang diangkut tampak tidak wajar.
Berbekal laporan tersebut, petugas Satreskrim Polres Tanah Laut segera melakukan pemantauan.
Hingga akhirnya, pada Rabu (8/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 Wita, polisi berhasil menghentikan sebuah mobil minibus di dekat kawasan Pantai THR Takisung yang diduga mengangkut solar subsidi secara ilegal.
“Benar, ada beberapa orang yang kami amankan di Polres Tala terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Saat ini mereka masih dimintai keterangan oleh Satreskrim,” ujar Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, saat dikonfirmasi Kamis (9/10/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan 12 jeriken berisi solar dengan total volume mencapai lebih dari 300 liter. Solar tersebut diduga dibeli dari SPBN nelayan, namun tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga : Pokdarwis Jadi Garda Terdepan Majukan Wisata Desa di Tanah Laut
Menurut informasi yang dihimpun, praktik ini telah berlangsung selama hampir satu bulan.
Modusnya, pelaku membeli solar bersubsidi dengan alasan untuk keperluan melaut, namun kemudian dijual kembali ke pihak lain dengan harga lebih tinggi.
“Warga memang sudah mencurigai aktivitas itu sejak lama. Setiap malam, mobil tersebut keluar dari SPBN dan menuju arah berbeda dari lokasi-lokasi melaut,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Kini, barang bukti beserta kendaraan pengangkut telah diamankan di Mapolres Tanah Laut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat dalam praktik ini.
Kapolres Ricky Boy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu aparat dalam menjaga distribusi bahan bakar agar tepat sasaran.
“BBM bersubsidi itu hak nelayan dan masyarakat kecil. Jika disalahgunakan, dampaknya luas, bisa merugikan negara dan menimbulkan kelangkaan di lapangan,” tegasnya.
Polres Tanah Laut mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait distribusi bahan bakar bersubsidi. Dengan sinergi antara warga dan aparat, diharapkan penyimpangan serupa tidak kembali terjadi.
















