Porprov Kalsel XII 2025: Venue Beladiri Dipindah Demi Keamanan dan Kenyamanan Atlet
Inews Pelaihari- Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan XII tahun 2025 yang akan digelar di Kabupaten Tanah Laut (Tala), persiapan terus dikebut. Salah satu fokus utama panitia pelaksana adalah memastikan kesiapan seluruh venue pertandingan, khususnya untuk cabang olahraga beladiri yang melibatkan banyak atlet dan memerlukan standar keamanan tinggi.
Pada 10 Juli 2025, Tim Pemantauan Infrastruktur Daerah (TID) bersama panitia lokal dan tim teknis lainnya menggelar evaluasi lapangan menyeluruh. Hasil kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah perubahan strategis, salah satunya pemindahan lokasi venue cabang olahraga beladiri dari area terbuka ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lebih tertutup dan kondusif.
Cabang-cabang olahraga seperti wushu, judo, jujitsu, tinju, muaythai, MMA, kempo, anggar, pencak silat, taekwondo, karate, kurash, gulat, hapkido, sambo, hingga kickboxing termasuk dalam daftar yang mengalami perubahan lokasi pertandingan.

Baca Juga : Apel Senin PA Pelaihari Jadi Ajang Penguatan Nilai-Nilai Pengabdian dan Tanggung Jawab
Mengapa Venue Dipindah?
Ketua Pemantauan Porprov Kalsel XII 2025, Hermanto Ginting, menjelaskan bahwa keputusan pemindahan ini tidak diambil secara sembarangan. Pertimbangannya mencakup keamanan atlet, kenyamanan penonton, serta kesesuaian standar venue dengan aturan teknis setiap cabang olahraga.
“Beberapa venue sebelumnya masih berada di ruang terbuka yang rentan terhadap faktor cuaca, kebisingan, hingga gangguan teknis lainnya. Setelah diskusi bersama perwakilan cabor dan pengamatan di lapangan, kami sepakat untuk memindahkan ke tempat yang lebih layak,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar venue sebenarnya sudah mendekati standar yang ditetapkan. Meski demikian, beberapa pembenahan minor tetap harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Masukan dan Tindak Lanjut
Selama proses evaluasi, berbagai masukan dari perwakilan cabang olahraga langsung ditampung. Salah satunya adalah kebutuhan akan sirkulasi udara yang lebih baik, terutama untuk gedung tertutup.
“Beberapa cabang olahraga mengusulkan pemasangan kipas tambahan dan peningkatan ventilasi. Selain itu, mereka juga mengingatkan pentingnya pintu darurat yang terpisah antara atlet, pelatih, dan penonton, terutama untuk venue Muay Thai dan Tinju,” terang Ginting.
Tim Pemantauan dan Monitoring Evaluasi (Monev) akan kembali turun lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan seluruh rekomendasi tersebut benar-benar dilaksanakan.
Antusiasme Cabor dan Optimisme Tuan Rumah
Menariknya, kunjungan evaluasi ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pengurus cabang olahraga beladiri. Mereka menyampaikan apresiasi terhadap keseriusan panitia dan pemerintah daerah dalam mempersiapkan ajang ini.
“Sikap terbuka terhadap kritik dan masukan adalah bukti nyata bahwa Porprov Kalsel XII bukan hanya sekadar seremoni, tapi momentum peningkatan kualitas olahraga daerah,” ungkap salah satu pengurus cabor pencak silat.
Ginting juga menyampaikan rasa optimisnya bahwa Tanah Laut akan mampu menjadi tuan rumah yang siap dan profesional. Ia menekankan bahwa waktu yang tersisa akan dimaksimalkan untuk menuntaskan segala bentuk persiapan.
Menuju Porprov yang Sukses dan Bermartabat
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, semangat kolaborasi dan komunikasi antara semua pihak menjadi kunci utama. Tak hanya soal venue, tetapi juga soal kualitas pengalaman atlet, kenyamanan penonton, dan kesan positif yang ingin ditinggalkan oleh Tanah Laut sebagai tuan rumah.
“Kami ingin Porprov ini dikenang bukan hanya karena prestasi, tapi juga karena kualitas penyelenggaraannya. Aman, nyaman, dan kompetitif. Itulah target kami,” tutup Ginting dengan penuh semangat.
















