UMKM Kalsel: Gorengan Bule Yanti di Pelaihari, Murah, Strategis, dan Jadi Tempat Nongkrong Favorit
Inews Pelaihari- Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, ternyata menyimpan banyak cerita tentang geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya adalah lapak sederhana milik Bule Yanti, yang menjajakan aneka gorengan di kawasan strategis Kota Pelaihari. Meski hanya berupa gerobak dorong dengan kursi plastik seadanya, usaha ini mampu menarik perhatian warga dan bahkan menjadi tempat nongkrong favorit banyak orang.
Lokasi Strategis, Mudah Dijangkau dari Berbagai Arah
Gorengan Bule Yanti terletak persis di belakang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Brigjen H Hasan Basry, salah satu pusat aktivitas masyarakat Pelaihari. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur ramai yang dikelilingi berbagai fasilitas publik.
Di satu sisi berdiri SMPN 1 Pelaihari, sementara di sisi lainnya ada kantor BNNK Tala. Tak jauh dari sana juga terdapat pasar rakyat, pusat pasar Pelaihari, serta permukiman padat penduduk. Selain itu, di sekitar lapak ini juga ada beberapa sekolah dasar, sehingga suasananya hampir selalu ramai.
Untuk menuju lokasi pun tidak sulit. Gorengan Bule Yanti bisa diakses dari berbagai arah, seperti Jalan Pembangunan, Jalan Gembira, maupun Jalan Datu Daim. Tidak heran jika tempat ini kerap menjadi pilihan warga yang ingin sekadar singgah, bersantai, atau mencari camilan murah meriah.

Baca Juga : Ortodoksi Timur: Sejarah, Ajaran, dan Perannya dalam Dunia Kekristenan
Sederhana tapi Nyaman untuk Nongkrong
Meski hanya berupa gerobak dorong, Bule Yanti menata lapaknya cukup rapi. Beberapa kursi plastik disediakan bagi pengunjung yang ingin duduk santai. Suasananya sederhana, tetapi justru itulah yang membuat orang merasa betah.
Banyak warga yang usai beraktivitas di RTH Hasan Basry, terutama para pehobi jogging, mampir untuk sekadar melepas lelah. Mereka duduk santai, bercengkerama, sambil menikmati gorengan hangat. Suasana di belakang RTH juga cukup nyaman, karena lalu lintas jalan tidak terlalu padat. Udara pagi yang segar membuat suasana nongkrong di sini terasa lebih rileks.
Menu Favorit: Gorengan Hangat hingga Sop Ayam
Sesuai namanya, menu andalan Bule Yanti tentu saja aneka gorengan. Mulai dari bakwan, tempe goreng, pisang goreng, hingga tahu isi, semuanya selalu hangat karena digoreng langsung di tempat. Harga yang ramah di kantong membuat siapa pun bisa menikmatinya tanpa khawatir.
Namun, yang menarik, ternyata lapak ini juga menyediakan makanan berat. Beberapa pengunjung kerap memesan sop ayam hangat yang pas disantap setelah olahraga pagi. Bahkan, Bule Yanti kerap menyediakan buah segar, seperti semangka, untuk melengkapi hidangan sederhana tersebut.
“Setelah beberapa putaran jogging, duduk santai sambil makan gorengan di sini rasanya mantap sekali. Apalagi ada sop ayam dan buah semangka, jadi lebih segar,” ujar M Noor, salah seorang warga Pelaihari yang ditemui Selasa (30/9/2025).
Jadi Ruang Silaturahmi dan Tempat Berkumpul
Bagi sebagian warga, nongkrong di gorengan Bule Yanti bukan hanya soal makan atau minum. Lebih dari itu, tempat ini menjadi ruang sederhana untuk mempererat tali silaturahmi. Banyak kelompok jogging atau warga sekitar yang sengaja menghabiskan waktu di sana setelah berolahraga.
“Udara di pagi hari segar sekali, dan suasananya tidak bising kendaraan. Jadi nyaman untuk ngobrol santai sambil makan gorengan,” tambah Noor.
Hal ini menunjukkan bahwa meski sederhana, keberadaan UMKM seperti gorengan Bule Yanti punya peran penting dalam membangun interaksi sosial dan menciptakan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
UMKM Kecil dengan Dampak Besar
Kehadiran usaha kecil seperti ini sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana UMKM bisa bertahan dan berkembang berkat dukungan masyarakat. Lokasi strategis, harga terjangkau, serta suasana yang ramah membuat usaha gorengan Bule Yanti tidak sekadar tempat makan, melainkan juga ruang sosial yang menghidupkan suasana Pelaihari.
Dengan semangat sederhana dan kerja keras, Bule Yanti membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa memberikan dampak besar—baik untuk ekonomi keluarga, maupun bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan tempat berkumpul, bersantai, dan berbagi cerita.
















