Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

WhatsApp Palsu Mengaku Pejabat Baru, Begini Modus Penipuan di Tanahlaut

cek disini

Waspada Penipuan Catut Nama Pejabat Baru, Modus Menjapri ASN di Tanahlaut

Inews Pelaihari- Pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, ternyata dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Modusnya cukup rapi, yakni dengan menyamar sebagai pejabat baru yang dilantik Bupati, kemudian menghubungi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat aplikasi WhatsApp.

Modus Baru: Menyamar Jadi Pejabat

Informasi yang dihimpun Jumat (29/8/2025), sedikitnya ada dua pejabat eselon II yang baru saja dilantik pada Senin lalu, namanya dicatut oleh pelaku. Keduanya adalah Andris Evony yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Danoe Sulaiman yang ditunjuk sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar Tala.

Pelaku membuat akun WhatsApp baru dengan menggunakan foto profil pejabat yang dicatut, lengkap dengan pakaian resmi. Setelah itu, pelaku mulai menghubungi ASN di instansi terkait dengan cara menyapa lebih dulu, memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, lalu menyampaikan bahwa itu adalah nomor WA terbaru mereka.

Tak berhenti sampai di situ, si pelaku kemudian meminta informasi penting, seperti nomor kontak bendahara pengeluaran. Permintaan ini tentu mencurigakan karena berpotensi digunakan untuk tindak penipuan.

WhatsApp Palsu Mengaku Pejabat Baru, Begini Modus Penipuan di Tanahlaut
WhatsApp Palsu Mengaku Pejabat Baru, Begini Modus Penipuan di Tanahlaut

Baca Juga : Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pinggir Jalan PT. SUN, Kini Dirawat di RSUD H. Boejasin

Pesan Kewaspadaan dari Pejabat Terkait

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Bapenda Tala, Andris Evony, mengingatkan agar semua ASN waspada. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta informasi sensitif melalui pesan WhatsApp.

“Hati-hati penipuan. Ada yang mencatut foto saya dan mencoba menghubungi pegawai dengan alasan tertentu. Jangan mudah percaya dan jangan berikan informasi yang diminta,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami Danoe Sulaiman. Modusnya hampir sama: pelaku berpura-pura menjadi dirinya lalu menghubungi pegawai Satpol PP dan Damkar Tala dengan permintaan kontak bendahara.

Mengincar ASN yang Kurang Waspada

Aksi penipuan model ini jelas menyasar ASN atau pihak internal Pemkab yang mungkin belum mengenal lebih dekat pejabat baru. Dengan memanfaatkan momentum rotasi jabatan, pelaku berharap ada korban yang terkecoh dan memberikan data penting.

“Kami harap seluruh ASN Pemkab Tala dan juga masyarakat jangan gampang percaya kalau ada nomor baru yang mengaku pejabat. Cek dan konfirmasi dulu. Ini penting untuk mencegah korban penipuan,” tegas Andris.

Belasan Pejabat Baru Dilantik

Sebagai informasi, pada Senin (25/8/2025) lalu, Bupati Tanahlaut H. Rahmat Trianto melantik 15 pejabat eselon II. Sebagian besar merupakan rotasi jabatan, sementara dua pejabat mendapat promosi naik kelas dari eselon III ke eselon II.

Berikut daftar pejabat yang dilantik:

  • Andris Evony – Kepala Bapenda

  • Danoe Sulaiman – Kepala Satpol PP dan Damkar

  • Masturi – Asisten Ekobang

  • HM Mursyi – Kepala Dinas Keswan

  • H. Bambang Kusudarisman – Kepala Bakesbangpol

  • Rudi Ismanto – Asisten Administrasi Umum

  • H. Hairul Rijal – Kepala Diskumdag

  • M. Syahid – Kepala Dinas PMD

  • Gentry Yuliantono – Sekretaris DPRD

  • H. Achmad Taufik – Staf Ahli

  • H. Iwan Persada – Staf Ahli

  • Abdillah – Staf Ahli

  • HM Kusri – Kepala DKPP

  • Gusti Dwi Erzandi Kasuma – Kepala DPRKPLH

  • Budi Andrian Sutanto – Kepala DPMPTSP

Penutup: Tingkatkan Kewaspadaan

Kasus pencatutan nama pejabat daerah untuk modus penipuan seperti ini bukan kali pertama terjadi. Namun, publik diingatkan agar tidak mudah percaya pada pesan pribadi (japrian) yang mencurigakan, meski menggunakan foto maupun nama pejabat resmi.

Jika menerima pesan serupa, ASN maupun masyarakat disarankan segera melakukan konfirmasi langsung ke pejabat yang bersangkutan atau melapor ke pihak berwenang agar tidak ada korban yang dirugikan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *