BANGKA TENGAH – Pemerintah daerah terus melanjutkan proyek pengerukan tanggul di kawasan Kurau guna mengatasi masalah luapan air yang merendam pemukiman warga. Saat ini, alat berat bekerja ekstra untuk memperdalam aliran sungai dan memperkuat struktur tanggul tersebut. Hasilnya, genangan banjir yang sebelumnya melumpuhkan aktivitas warga kini berangsur-angsur mulai surut.
Upaya Percepatan Normalisasi Sungai
Petugas di lapangan memfokuskan pengerjaan pada titik-titik penyumbatan yang menghambat laju air menuju muara. Selain itu, tim teknis juga membersihkan tumpukan material sedimen yang telah mengendap selama bertahun-tahun. Kemudian, mereka memperlebar jalur air agar mampu menampung debit hujan yang tinggi di masa mendatang.
Oleh karena itu, warga sekitar merasa lega melihat perkembangan signifikan dari proyek darurat ini. Meskipun demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai agar fungsi tanggul tetap optimal.
Baca juga:Persaingan Panas! Tanahbumbu dan HST Berebut Posisi, Tanahlaut Tak Tergoyahkan di Puncak
Dampak Positif Bagi Aktivitas Warga
Seiring surutnya air, masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa lumpur. Selanjutnya, jalur transportasi utama yang sebelumnya terputus kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain memulihkan akses jalan, aktivitas perdagangan di pasar lokal juga mulai menunjukkan geliat kembali.
Namun, pemerintah daerah berjanji akan terus memantau kondisi cuaca selama beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu, langkah antisipasi tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir susulan yang mungkin terjadi. Akhirnya, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi tanggul Kurau ini.
















