Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Kebakaran di Batibati, Dua Rumah Hangus, Warga Terharu Dapat Uluran Tangan
Inews Pelaihari– Suasana haru menyelimuti Dusun 4, Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Rabu (15/10/2025) pagi. Dua rumah warga di Jalan Teluk Pulantan RT 12 luluh lantak dilalap api pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Meski api berhasil dipadamkan, sisa-sisa kebakaran meninggalkan puing, abu, dan kenangan yang tak mungkin tergantikan.
Rumah pertama yang terbakar habis adalah milik Abdul Samad, pria lanjut usia berumur sekitar 75 tahun yang akrab disapa Kai Pangguntingan karena dulunya dikenal sebagai tukang pangkas rambut di kampung tersebut. Kini, rumah kayu berukuran sekitar 5×8 meter itu tinggal arang hitam dan potongan kayu yang gosong. Tak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
Sementara rumah di sebelahnya, milik Husni, juga tak luput dari amukan api. Setengah bagian rumahnya hangus terbakar, terutama di area tengah dan atap. Meski dari depan tampak masih berdiri, bagian dalam rumah menunjukkan betapa hebatnya kobaran api yang melahap bangunan kayu tersebut.

Baca Juga : Usaha Batu Bata Soimah Kian Berkembang, Kini Tembus Pasar Online dan Ramah Lingkungan
Derasnya Empati dari Warga dan Aparat Desa
Tak butuh waktu lama, kabar kebakaran itu memantik empati dari berbagai pihak. Rabu pagi, Kepala Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang, yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Tanah Laut, Samsiar, datang langsung ke lokasi kejadian.
Dengan membawa beberapa dus mie instan dan air mineral, Samsiar menyalurkan bantuan darurat bagi para korban. Kehadirannya disambut haru oleh Kai Pangguntingan yang tampak tegar meski matanya berkaca-kaca. Di sampingnya, Kepala Desa Batibati, H. Mulyadi, juga hadir bersama sejumlah aparat kecamatan yang tengah melakukan pendataan kerugian.
“Terima kasih banyak atas bantuannya, Nak,” ucap lirih Kai Pangguntingan sambil menggenggam tangan Samsiar.
Meski senyum tipis masih tampak di wajahnya, sorot matanya memancarkan duka mendalam.
Samsiar mengatakan, bantuan yang ia bawa memang tidak besar, namun menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas antarwarga.
“Nilainya kecil, tapi yang penting ada kepedulian. Kita ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri ketika tertimpa musibah,” ujarnya.
Kades Batibati Harap Ada Bantuan Material untuk Bangun Kembali
Sementara itu, Kepala Desa Batibati, H. Mulyadi, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergerak cepat membantu korban. Menurutnya, saat ini kedua korban sangat membutuhkan uluran tangan, terutama Kai Samad, yang sudah lanjut usia dan hidup sederhana.
“Beliau ini orang tua kita semua. Saat ini, kondisi ekonominya juga pas-pasan. Kami berharap akan ada lebih banyak dermawan, lembaga sosial, atau pemerintah daerah yang bisa membantu membangun kembali rumah beliau,” kata H. Mulyadi.
Ia menambahkan, selain sembako, warga juga berharap adanya bantuan material bangunan seperti kayu, seng, dan semen agar rumah para korban dapat segera dibangun kembali. Saat ini, sebagian warga sudah mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing kebakaran, menunjukkan semangat kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah duka.
Duka yang Menyatukan, Solidaritas yang Menguatkan
Kebakaran yang melanda dua rumah tersebut menyadarkan banyak pihak bahwa musibah bisa datang kapan saja. Namun, di balik musibah itu, tampak jelas bagaimana rasa gotong royong dan empati antarwarga masih hidup kuat di Batibati.
Beberapa warga sekitar bahkan secara sukarela menyumbang pakaian layak pakai, makanan siap saji, hingga peralatan dapur sederhana untuk membantu korban.
“Semoga dengan kejadian ini, semakin banyak yang tergerak membantu. Kalau kita semua bersatu, InsyaAllah beban korban akan terasa lebih ringan,” ujar Samsiar penuh harap.
















