Dapur MBG Pelaihari Terapkan Pengawasan Ketat, Pastikan Setiap Sajian Aman dan Bergizi
Inews Pelaihari- Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur SPPG Panggung Pelaihari yang dikelola oleh Yayasan Nanam Jariyah Indonesia (Mazaya Catering) menunjukkan komitmen serius menjaga kualitas setiap porsi yang disajikan. Dengan prinsip tegas “Tak bagus, kembalikan!”, dapur ini menerapkan pengawasan berlapis agar tidak ada bahan yang lolos dari standar kelayakan.
Setiap hari, dapur yang berlokasi di Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut ini menyiapkan 3.181 porsi makanan bergizi untuk 26 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK. Sejak resmi beroperasi pada 15 September 2025, dapur ini telah menjadi salah satu contoh pelaksanaan program MBG yang disiplin dan transparan.
Pengawasan Ketat dari Bahan Hingga Penyajian
Kepala SPPG, Muslimin Al Maarif, S.H, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan sejak bahan makanan datang dari pemasok (supplier). Menurutnya, proses penjaminan mutu tidak boleh hanya dilakukan di akhir, tetapi harus dimulai sejak awal rantai pasok.
“Kita tekankan dari supplier-nya. Bahan yang datang harus bagus. Kalau tidak sesuai kesepakatan, langsung kita kembalikan. Ini untuk orang banyak, untuk anak-anak sekolah, jadi tidak boleh asal-asalan,” tegas Muslimin saat ditemui di dapur MBG Pelaihari, Rabu (15/10/2025).
Setiap bahan yang masuk melewati pemeriksaan awal oleh Asisten Lapangan (Aslap) dengan menggunakan form checklist khusus. Sayur, buah, lauk, dan bahan pokok lainnya diperiksa satu per satu untuk memastikan kesegaran, kebersihan, dan keamanan konsumsi.
Apabila ditemukan bahan yang rusak, layu, atau tidak sesuai standar, pihak dapur tidak segan-segan menolak dan mengembalikannya ke pemasok.

Baca Juga : Dua Rumah Warga Batibati Ludes Terbakar, Bantuan Terus Mengalir untuk Kai Pangguntingan
Disiplin Kebersihan dan APD Lengkap
Setelah bahan lolos pemeriksaan pertama, tahap kedua dilakukan di area persiapan. Di sini, setiap staf diwajibkan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap: celemek, masker, sarung tangan, dan penutup kepala. Hal ini menjadi bagian penting dari SOP dapur yang dirancang untuk mencegah kontaminasi dan menjaga higienitas.
“Setiap proses kita awasi ulang. Saat memotong bahan, misalnya, kita cek lagi. Kadang ada ulat kecil di sayur, tapi justru itu tanda kalau sayurnya alami dan tanpa pestisida. Kita bersihkan dan pastikan layak olah,” ungkapnya sambil tersenyum.
Muslimin juga menegaskan bahwa timnya tidak hanya fokus pada kecepatan, tapi juga ketelitian. Ia mengibaratkan setiap proses di dapur seperti bekerja di laboratorium, di mana ketepatan dan kebersihan adalah hal mutlak.
Mendukung Misi Besar Indonesia Emas 2045
Lebih jauh, Muslimin menyebutkan bahwa program MBG merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui gizi yang baik dan terjamin, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.
“Ini bukan sekadar program makan siang. Ini investasi masa depan. Kalau anak-anak kita gizinya bagus, mereka akan belajar dengan semangat dan tumbuh menjadi generasi unggul,” ujarnya penuh keyakinan.
Keterbukaan Jadi Kunci Kepercayaan
Salah satu hal yang membuat dapur MBG Pelaihari mendapat apresiasi adalah keterbukaannya terhadap pengawasan publik. Mereka tidak menutup akses bagi pihak terkait yang ingin melihat langsung proses produksi makanan, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga distribusi.
Dapur juga rutin melakukan evaluasi internal setiap minggu untuk memastikan standar tetap konsisten dan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan.
Dengan SOP ketat dan prinsip kehati-hatian tinggi, Dapur SPPG Panggung Pelaihari membuktikan bahwa program pemerintah bisa berjalan dengan aman, higienis, dan penuh tanggung jawab sosial.
“Selama kita disiplin, transparan, dan niatnya tulus untuk anak-anak, insyaallah tidak ada masalah. Kalau bahan tidak bagus, ya kita kembalikan. Karena yang kita layani adalah masa depan bangsa,” tutup Muslimin.
















