Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Usaha Batu Bata Soimah Kian Berkembang, Kini Tembus Pasar Online dan Ramah Lingkungan

cek disini

Dari Mulut ke Mulut ke Dunia Digital: Perajin Bata Pelaihari Kini Go Online Berkat Binaan Politala

Inews Pelaihari- Perjalanan usaha kecil di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kini menorehkan cerita inspiratif. Usaha Batu Bata Soimah, yang dirintis oleh Rohmah, perlahan tumbuh menjadi salah satu produsen bata ramah lingkungan yang mulai dikenal luas — bahkan kini menembus pasar digital berkat dukungan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).

Sebelumnya, usaha batu bata ini dijalankan dengan cara sederhana. Pemasaran hanya mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, menunggu pembeli datang ke gudang. Namun kini, Rohmah tak lagi sekadar menunggu. Melalui pendampingan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politala, produknya kini hadir di berbagai platform digital — dari Facebook, TikTok, hingga marketplace ternama di Indonesia.

“Dulu kami hanya menunggu pedagang mampir ke tempat produksi. Sekarang, Alhamdulillah, sudah bisa jualan online. Jangkauannya jauh lebih luas,” ujar Rohmah dengan senyum bangga, Minggu (12/10/2025).


Pendampingan Politala: Buka Wawasan dan Perkuat Daya Saing

Transformasi ini tak terjadi begitu saja. Melalui program Penguatan Kapasitas Bisnis Perajin Baralink Berbasis Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L), Politala membantu usaha Rohmah beradaptasi dengan dunia digital sekaligus memperkuat sistem kerja yang aman dan ramah lingkungan.

Tim dosen Politala yang terdiri dari Norminawati Dewi, Marlia Adriana, Widiya Astuti Alam Sur, dan Aidil Fajar Zulfahri aktif mendampingi langsung di lapangan. Mereka memberikan pelatihan berjenjang mulai dari pembuatan konten digital hingga penerapan prinsip keselamatan kerja.

Pelatihan berlangsung sejak 22 September hingga 6 Oktober 2025, dengan empat sesi utama:

  1. Pelatihan pembuatan katalog digital dan konten promosi (22 September)

  2. Pelatihan strategi pemasaran melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Shopee (23 September)

  3. Pelatihan pembuatan papan nama dan spanduk usaha (3 Oktober)

  4. Edukasi sistem manajemen keselamatan dan kesadaran pekerja (6 Oktober)

Semua kegiatan ini didanai melalui hibah kompetisi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikti Sains dan Teknologi.

Usaha Batu Bata Soimah Kian Berkembang, Kini Tembus Pasar Online dan Ramah Lingkungan
Usaha Batu Bata Soimah Kian Berkembang, Kini Tembus Pasar Online dan Ramah Lingkungan

Baca Juga : Tanahlaut Siap Panaskan Porprov Kalsel 2025: 56 Cabor Siap Bertanding!


Usaha Ramah Lingkungan yang Semakin Dikenal

Selain memperkuat pemasaran, usaha Bata Soimah kini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan. Produk bata yang dihasilkan tidak lagi melalui proses pembakaran konvensional yang menghasilkan polusi, tetapi menggunakan bahan limbah seperti abu sekam akasia, sehingga menghasilkan bata yang lebih kuat dan lebih hijau.

“Dulu kami tidak tahu pentingnya alat pelindung diri atau sistem kerja yang aman. Sekarang kami sadar, keselamatan pekerja itu prioritas,” ungkap Rohmah.

Pendampingan ini bukan hanya mengajarkan cara menjual, tapi juga menanamkan kesadaran keselamatan kerja (K3) dan pengelolaan lingkungan dalam setiap tahap produksi.


Bangun Citra dan Identitas Usaha Melalui Digitalisasi

Menurut Norminawati Dewi, tim PKM Politala melihat potensi besar dari usaha Rohmah. Produk bata miliknya memiliki kualitas baik, namun kurang dikenal karena masih dijalankan secara tradisional dan belum memiliki identitas usaha yang kuat.

“Kami melihat potensi besar. Karena itu, kami bantu membuat identitas usaha, mulai dari logo, katalog produk, hingga konten digital yang menarik. Harapannya, nilai jual meningkat dan citra usaha makin kuat,” jelasnya.

Melalui pelatihan pembuatan materi visual dan katalog digital, tim PKM mengajarkan cara membuat poster produk, foto katalog, serta promosi daring yang profesional. Informasi lengkap mengenai ukuran, kualitas, hingga harga bata kini dapat diakses langsung oleh calon pembeli secara online.

“Dengan katalog digital, konsumen tak perlu datang ke lokasi produksi. Mereka bisa memilih produk dan langsung melakukan pemesanan,” tambah Marlia Adriana, salah satu anggota tim PKM.


Konsisten Terapkan Keselamatan dan Efisiensi Produksi

Sebagai bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L), tim Politala juga melakukan pendampingan langsung di lapangan. Para pekerja diajarkan cara menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat, serta langkah-langkah aman dalam proses produksi.

Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti tertimpa material atau terpapar bahan panas, terutama pada proses pembentukan dan pengeringan bata. Pendekatan ini juga mendorong efisiensi kerja dan meningkatkan kualitas produk.


Dari Desa Telaga untuk Pasar Nasional

Keberhasilan Rohmah dan usaha Bata Soimah menjadi contoh nyata bahwa digitalisasi dan pendampingan perguruan tinggi dapat membuka peluang besar bagi usaha mikro di daerah. Kini, dari sebuah kampung kecil di Pelaihari, produk bata ramah lingkungan bisa menjangkau pasar yang lebih luas — bahkan hingga luar daerah.

Dengan dukungan Politala dan penerapan sistem kerja yang aman serta ramah lingkungan, Bata Soimah bukan sekadar usaha keluarga biasa. Ia telah tumbuh menjadi simbol inovasi desa menuju industri kecil berdaya saing nasional.

“Harapan kami, semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani berinovasi dan bertransformasi. Karena dengan teknologi dan kesadaran keselamatan kerja, usaha kecil bisa menjadi besar,” tutup Norminawati.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *